Malem ini baru saja sy masak nasi goreng pedes dgn lauknya ikan tuna,telor orak-arik n kerupuk..hmmm,,nyummyyy!! :P~
alhamdulillah sy ga sendirian di apartemen (baca:rumah susun)..ada sahabat baik sy yg kebetulan lg kelaperan jg..emang udah rezekinya dia bs nyicipin nasgor bang azof,wkwkwk..
Syukur alhamdulillah, tuh nasgor uweeenak n aman tuk dimakan!!
se-nggak-nya mnurut sy sndiri.hehe..
Menjelang suapan terakhir..
sy terdiam dan merenung sejenak..
dalam hati sy berfikir :
"Suapan nasi goreng ini begitu nikmat, sehingga lidah ini pun tidak bs berbohong..rasa asin,pedas n sedikit manis di tiap suapannya tidak bs menipu otak bahwa nasi goreng ini memang lezat..
hanya, kelezatan itu hanya cukup sampai lidah..Ya, cukup sampai LIDAH..cukup sampai di pangkal lidah manusia yg panjangnya tak lebih dr 10 cm ini.tidak lebih."
Masyaallah..sungguh Allah Maha Berkehendak.
Allah sengaja menciptakan instrumen lidah ini utk mengecap segala jenis makanan enak dan lezat yg ada di bumi ini..agar manusia bs menikmati dan mensyukuri nikmat yg Allah berikan.
Tapi Allah jg sengaja utk tidak menciptakan kerongkongan, usus, maupun lambung ikut merasakan dan menikmati sensasi kenikmatan yg lidah rasakan..
Agar dengan itu manusia yg dhoif seperti kita ini bisa berfikir, sesungguhnya kenikmatan dan kelezatan makanan itu sangatlah SEBENTAR saja dan jangan sampai kita tertipu olehnya.
Allah telah mengingatkan kita di Q.S. Al-An'am(6):32
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidaklah kamu memahaminya?"
Bukankah memang dunia ini seperti senda gurau belaka layaknya ketoprak humor?
kita dengan segudang aktivitas tiap harinya..
bekerja untuk mendapatkan promosi sehingga income bertambah,
berbisnis untuk mendapatkan passive income yg menggunung,
belajar keras utk meraih gelar master/doktor agar bisa diterima di univ.bagus n salary yg bagus pula..
atau apapun usaha dan kesibukan yg dilakukan..
sampai2 kita melupakan Allah, meninggalkan kewajiban sebagai hambaNya..
dan dengan uang yg banyak itu ,kita, dgn nafsu yg menggebu-gebu sangat ingin menikmati makanan mahal yg sangat lezat sepuas-puasnya..krn merasa jerih payah yg telah dilakukan harus ditebus dgn kenikmatan yg sebanding..
tapi ternyata,,kenikmatan itu hanya sangat sebentar..hanya utk memuaskan lidah dan hanya sekian menit saja..setelah itu perutpun terasa sakit kekenyangan dan rasa makanan pun jd tak karuan.
Masyaallah..astagfirullahal'adziim..
apakah kelezatan yg seperti itu pantas membuat kita sampai2 melupakan kenikmatan itu datangnya dr Allah? membuat kita sampai2 melalaikan sholat jama'ah di mesjid pdhal itu wajib? membuat kita sampai2 diatur dan dikuasai oleh pekerjaan dan eksperimen?membuat kita terlena dengan maksiat2 kecil yg jadi lumrah utk dilakukan?
sehingga lupa bahwa kehidupan sesungguhnya adalah kampung akhirat (lihat ayat di atas)??
Allah sangat2 sayang dengan kita,
Allah berikan lidah utk bs kita nikmati hasil ciptaanNya..utk bs kita rasakan manifestasi cintaNya..
Tapi Allah jg ingatkan kita, jgn sampai kita terlena olehnya..jgn terbius oleh kelezatannya..
oleh karena itu sebelum makan Rasulullah SAW berdoa :
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَارْزُقْنَا خَيْرًا مِنْهُ
yg artinya..
Ya Allah, berkahilah kami dalam –makanan– ini dan berikanlah rezeki kepada kami yang lebih baik darinya. (HR.Imam Ibnu Majah (3313),dihasankan oleh Syekh Al-Abani)
Karena Rasulullah SAW sangat paham, semua nikmat ini dari Allah..Dan tidak mungkin Allah memberkahi makanan yg kita makan apabila kita sendiri tidak mentaati petunjukNya.
Alhamdulillah,semoga kita bs selalu bertafakkur terhadap detik-detik kehidupan ini. Sehingga membawa kita menjadi manusia yg lebih baik lagi kedepannya.
Tulisan ini utk introspeksi diri penulis sendiri.
Mohon maaf bila ada yg tersinggung, tp kalaupun tersinggung insyaallah itu akan lebih baik, krn artinya hati ini belum mati..
Wallahu'alam bisshowab

source pic : http://vegandinners.blogspot.com/2007/06/nasi-goreng.html