LOVE-PEACE-TRUTH FOR ALL

stop violence..let's spread love and make peace with others..

About Me

My photo
a person who covet with truth, knowledge and wisdom..

MUST SEE!! TRUTH BEHIND MATTERS IN THIS WORLD

Showing posts with label Allah. Show all posts
Showing posts with label Allah. Show all posts

Belum mampu pergi haji? ambil pahalanya saja yuk! ^^

Dalam sebuah hadis yang sangat indah Rasulullah bersabda, "Barang siapa mendirikan salat subuh secara berjamaah, kemudian duduk mengingat Allah hingga matahari terbit, kemudian salat dua rakaat (setelah syurq), maka ia mendapatkan pahala seperti pahala sekali haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna."


(HR Tirmidzi)


Disadur dari notes seorang sahabat..walau bulan zulhijjah sudah mulai dari hari minggu kemarin (7 Nov'10), insyaAllah masih belum telat..tidak bermaksud menggurui, maaf bila kurang berkenan


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh ...


Ikhwan wa Akhwat fillah yang dirahmati Allah SWT,


Alhamdulillah, Allah subhanahu wa ta'ala masih memberikan kita berbagai macam nikmat, kita pun diberi anugerah akan berjumpa dengan bulan Dzulhijah.


"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun."


(HR Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu 'Abbas)


"Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari an nahr (Idul Adha) kemudian yaumul qorr (hari setelah hari an nahr)."


(HR Abu Daud no. 1765)


Ikhwan wa Akhwat fillah yang dicintai Allah,


Ketika kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan Dzulhijah, apa yang harus kita lakukan? Ikhwan wa Akhwat fillah, Dzulhijah tidak datang setiap saat. Pun demikian dengan Ramadhan. Jika di bulan Ramadhan kita merasa belum maksimal, inilah kesempatan kita untuk memperbaiki ibadah kita kepada Allah, hanya semata-mata karena Allah. Setidaknya ada 6 amalan yang dapat kita lakukan.


Pertama: Puasa


Kita disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.


عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.


"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari 'Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya."


HR Muslim


"Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang."


HR Muslim


Hari arafah insyaAllah jatuh pada hari Senin, 15 November 2010. Please, jangan lewatkan puasa arafah ya, OK?


Kedua: Takbir dan Dzikir


Yang termasuk amalan sholeh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doa. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.


وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .


Ibnu 'Abbas berkata, "Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq." Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin 'Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (Lihat Fathul Bari, 3/390 dan Latho-if Al Ma'arif, hal. 460)


Ketiga: Menunaikan Haji dan Umroh


Yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah.


Semoga kita diberi kesempatan oleh Allah untuk haji ke Baitullah. Amin ya Rabb. Niatkan dari sekarang dan rencanakan kapan kita ingin berhaji. Siapkan bekal dari sekarang. Dan, sebaik-baik bekal adalah taqwa.


Bagaimana jika kita belum memiliki kesempatan untuk berhaji?


Dalam sebuah hadis yang sangat indah Rasulullah bersabda, "Barang siapa mendirikan salat subuh secara berjamaah, kemudian duduk mengingat Allah hingga matahari terbit, kemudian salat dua rakaat (setelah syurq), maka ia mendapatkan pahala seperti pahala sekali haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna."


(HR Tirmidzi)


Subhanallah ... Mungkin saat ini kita belum mampu untuk berhaji, tetapi untuk mengamalkan hadis tersebut? InsyaAllah :)


Keempat: Memperbanyak Amalan Sholeh


"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun."


(HR Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu 'Abbas)


Dari hadis di atas, kita dianjurkan memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qur'an, dan beramar ma'ruf nahi mungkar. Dan juga berdoa. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang menjadi korban Merapi dan Tsunami Mentawai diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan oleh Allah SWT. Pun, ini merupakan peluang amal ibadah kita untuk membantu saudara-saudara kita. Tidak hanya uang, tetapi juga energi, waktu, dan lain sebagainya. Semoga Allah menggerakkan hati kita. Amin ya Allah.


"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arofah."


(HR Tirmidzi)


Kita hendaknya memanfaatkan waktu ini untuk banyak berdoa pada Allah. Doa ketika ini adalah salah satu doa yang mustajab karena dilakukan pada waktu yang utama. Bagi yang ingin ujian, silakan berdoa kepada Allah. Bagi yang hendak menggenapkan dien, mohon petunjuk dan kemudahan kepada Allah. Bagi yang ingin berhaji dan memiliki rencana-rencana lainnya, mari berdoa kepada Allah. Jangan lupa berdoa kepada Allah agar kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqomah, yang mencintai Allah dan Rasul, yang mencintai Al Quran dan Sunnah. Amiin ya Allah ...


Kelima: Berqurban


Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim 'alaihis salam.


Suatu hari seorang teman berkata, "Saya tidak punya uang untuk berqurban, Akhi." Ikwan wa Akhwat fillah, inilah hebatnya sebuah perencanaan. Seandainya tahun kemarin kita punya rencana untuk berkurban tahun depannya, tentu kita dapat mempersiapkan jauh-jauh hari. Sebut saja kita seorang anak SMA yang diberikan uang saku oleh orang tua kita 20.000 rupiah setiap hari. Jika kita menabung setiap harinya 3.000 rupiah, insyaAllah sebulan kita dapat mengumpulkan tabungan hampir 100.000 rupiah. Dan, bagaimana dengan satu tahun? Subhanallah, kita bisa berkurban satu ekor kambing.


InsyaAllah, jika kita memiliki niat yang kuat, Allah akan memberikan jalan, bagaimanapun sulitnya hidup kita. AllahuAkbar!


Keenam: Bertaubat


Biarpun kita seorang muslim dan mu'min yang baik, kita tidak lepas dari yang namanya dosa dan berbagai khilaf lainnya. Allah berfirman dalam surat At Tahrim ayat 8, "Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan semurni-murninya taubat (taubat nasuha)."


Subhanallah, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman! Allah tidak memerintahkan untuk orang-orang yang berbuat dosa dan berbuat maksiat. Adakah dari kita yang tidak mempunyai dosa?


Finally Sahabat Moodis, Ikhwan wa Akhwat fillah, sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan sholeh lainnya.


Sudah seharusnya setiap muslim menyibukkan diri di hari tersebut (sepuluh hari pertama Dzulhijah) dengan melakukan ketaatan pada Allah, dengan melakukan amalan wajib, dan menjauhi larangan Allah. Dan tentunya kita berusaha istiqomah untuk hari-hari kedepannya.


Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.


Semoga Allah mengampuni ... Semoga Allah ridho ,,, Semoga Allah memberkahi ...


Tetap semangat ya! ^^


Wassalam ,,,


Fiamanillah,


Korea Selatan, 7 November 2010

Muhammad Salman Alfatih

Disarikan dari tausiyah Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal


Bagaimana seorang muslim berfikir

Tulisan ini disadur dari karya Harun Yahya yg berjudul "Bagaimana Seorang Muslim Berfikir"
source :http://www.harunyahya.com/indo/buku/bagaimanaseorang001.htm

****************************

Bismillahirrohmaanirrohiim..


Pernahkah Anda memikirkan bahwa Anda tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia ini; dan anda telah diciptakan dari sebuah ketiadaan??

Pernahkah Anda berpikir bagaimana bunga yang setiap hari Anda lihat di ruang tamu, di taman, di jalanan yang tumbuh dari tanah yang hitam, ternyata memiliki bau yang harum serta berwarna-warni?

Pernahkah Anda memikirkan seekor nyamuk, yang sangat mengganggu ketika terbang mengitari anda, mengepakkan sayapnya dengan kecepatan yang sedemikian tinggi sehingga kita tidak mampu melihatnya?

Pernahkah Anda berpikir bahwa lapisan luar dari buah-buahan seperti pisang, semangka, melon dan jeruk berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, yang membungkus daging buahnya sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga?

Pernahkah Anda berpikir bahwa gempa bumi mungkin saja datang secara tiba-tiba ketika Anda sedang tidur, yang menghancur luluhkan rumah, kantor dan kota Anda hingga rata dengan tanah sehingga dalam tempo beberapa detik saja Anda pun kehilangan segala sesuatu yang anda miliki di dunia ini?

Pernahkah Anda berpikir bahwa kehidupan Anda berlalu dengan sangat cepat, Anda pun menjadi semakin tua dan lemah, dan lambat laun kehilangan ketampanan atau kecantikan, kesehatan dan kekuatan Anda?

Pernahkan Anda memikirkan bahwa suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus oleh Allah akan datang menjemput untuk membawa Anda meninggalkan dunia ini?

Jika demikian, pernahkan Anda berpikir mengapa manusia demikian terbelenggu oleh kehidupan dunia yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan dan yang seharusnya mereka jadikan sebagai tempat untuk bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat?

Manusia adalah makhluk yang dilengkapi Allah sarana berpikir. Namun sayang, kebanyakan mereka tidak menggunakan sarana yang teramat penting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada kenyataannya sebagian manusia hampir tidak pernah berpikir.

Sebenarnya, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka di hadapannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambahlah kemampuan berpikirnya dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang. Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin.

Buku ini ditulis dengan tujuan mengajak manusia "berpikir sebagaimana mestinya" dan mengarahkan mereka untuk "berpikir sebagaimana mestinya". Seseorang yang tidak berpikir berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang penuh kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya ia tidak akan mengetahui tujuan penciptaan alam, dan arti keberadaan dirinya di dunia. Padahal, Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk sebuah tujuan sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an:

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Ad-Dukhaan, 44: 38-39)


Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al-Mu'minuun, 23:115)


Oleh karena itu, yang paling pertama kali wajib untuk dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang ialah tujuan dari penciptaan dirinya, baru kemudian segala sesuatu yang ia lihat di alam sekitar serta segala kejadian atau peristiwa yang ia jumpai selama hidupnya. Manusia yang tidak memikirkan hal ini, hanya akan mengetahui kenyataan-kenyataan tersebut setelah ia mati. Yakni ketika ia mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah; namun sayang sudah terlambat. Allah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa pada hari penghisaban, tiap manusia akan berpikir dan menyaksikan kebenaran atau kenyataan tersebut:

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini." (QS. Al-Fajr, 89:23-24)


Padahal Allah telah memberikan kita kesempatan hidup di dunia. Berpikir atau merenung untuk kemudian mengambil kesimpulan atau pelajaran-pelajaran dari apa yang kita renungkan untuk memahami kebenaran, akan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan di akhirat kelak. Dengan alasan inilah, Allah mewajibkan seluruh manusia, melalui para Nabi dan Kitab-kitab-Nya, untuk memikirkan dan merenungkan penciptaan diri mereka sendiri dan jagad raya:

Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya." (QS. Ar-Ruum, 30: 8)


**********************************

Wallahu'alam bisshowab

Dunia ,sungguh, layaknya ketoprak humor

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Malem ini baru saja sy masak nasi goreng pedes dgn lauknya ikan tuna,telor orak-arik n kerupuk..hmmm,,nyummyyy!! :P~

alhamdulillah sy ga sendirian di apartemen (baca:rumah susun)..ada sahabat baik sy yg kebetulan lg kelaperan jg..emang udah rezekinya dia bs nyicipin nasgor bang azof,wkwkwk..

Syukur alhamdulillah, tuh nasgor uweeenak n aman tuk dimakan!!
se-nggak-nya mnurut sy sndiri.hehe..

Menjelang suapan terakhir..
sy terdiam dan merenung sejenak..
dalam hati sy berfikir :

"Suapan nasi goreng ini begitu nikmat, sehingga lidah ini pun tidak bs berbohong..rasa asin,pedas n sedikit manis di tiap suapannya tidak bs menipu otak bahwa nasi goreng ini memang lezat..
hanya, kelezatan itu hanya cukup sampai lidah..Ya, cukup sampai LIDAH..cukup sampai di pangkal lidah manusia yg panjangnya tak lebih dr 10 cm ini.tidak lebih."

Masyaallah..sungguh Allah Maha Berkehendak.
Allah sengaja menciptakan instrumen lidah ini utk mengecap segala jenis makanan enak dan lezat yg ada di bumi ini..agar manusia bs menikmati dan mensyukuri nikmat yg Allah berikan.

Tapi Allah jg sengaja utk tidak menciptakan kerongkongan, usus, maupun lambung ikut merasakan dan menikmati sensasi kenikmatan yg lidah rasakan..
Agar dengan itu manusia yg dhoif seperti kita ini bisa berfikir, sesungguhnya kenikmatan dan kelezatan makanan itu sangatlah SEBENTAR saja dan jangan sampai kita tertipu olehnya.

Allah telah mengingatkan kita di Q.S. Al-An'am(6):32
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidaklah kamu memahaminya?"


Bukankah memang dunia ini seperti senda gurau belaka layaknya ketoprak humor?
kita dengan segudang aktivitas tiap harinya..
bekerja untuk mendapatkan promosi sehingga income bertambah,
berbisnis untuk mendapatkan passive income yg menggunung,
belajar keras utk meraih gelar master/doktor agar bisa diterima di univ.bagus n salary yg bagus pula..
atau apapun usaha dan kesibukan yg dilakukan..
sampai2 kita melupakan Allah, meninggalkan kewajiban sebagai hambaNya..

dan dengan uang yg banyak itu ,kita, dgn nafsu yg menggebu-gebu sangat ingin menikmati makanan mahal yg sangat lezat sepuas-puasnya..krn merasa jerih payah yg telah dilakukan harus ditebus dgn kenikmatan yg sebanding..

tapi ternyata,,kenikmatan itu hanya sangat sebentar..hanya utk memuaskan lidah dan hanya sekian menit saja..setelah itu perutpun terasa sakit kekenyangan dan rasa makanan pun jd tak karuan.

Masyaallah..astagfirullahal'adziim..
apakah kelezatan yg seperti itu pantas membuat kita sampai2 melupakan kenikmatan itu datangnya dr Allah? membuat kita sampai2 melalaikan sholat jama'ah di mesjid pdhal itu wajib? membuat kita sampai2 diatur dan dikuasai oleh pekerjaan dan eksperimen?membuat kita terlena dengan maksiat2 kecil yg jadi lumrah utk dilakukan?
sehingga lupa bahwa kehidupan sesungguhnya adalah kampung akhirat (lihat ayat di atas)??

Allah sangat2 sayang dengan kita,
Allah berikan lidah utk bs kita nikmati hasil ciptaanNya..utk bs kita rasakan manifestasi cintaNya..
Tapi Allah jg ingatkan kita, jgn sampai kita terlena olehnya..jgn terbius oleh kelezatannya..
oleh karena itu sebelum makan Rasulullah SAW berdoa :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَارْزُقْنَا خَيْرًا مِنْهُ

yg artinya..

Ya Allah, berkahilah kami dalam –makanan– ini dan berikanlah rezeki kepada kami yang lebih baik darinya. (HR.Imam Ibnu Majah (3313),dihasankan oleh Syekh Al-Abani)


Karena Rasulullah SAW sangat paham, semua nikmat ini dari Allah..Dan tidak mungkin Allah memberkahi makanan yg kita makan apabila kita sendiri tidak mentaati petunjukNya.

Alhamdulillah,semoga kita bs selalu bertafakkur terhadap detik-detik kehidupan ini. Sehingga membawa kita menjadi manusia yg lebih baik lagi kedepannya.

Tulisan ini utk introspeksi diri penulis sendiri.
Mohon maaf bila ada yg tersinggung, tp kalaupun tersinggung insyaallah itu akan lebih baik, krn artinya hati ini belum mati..



Wallahu'alam bisshowab





















source pic : http://vegandinners.blogspot.com/2007/06/nasi-goreng.html

Lagi ga punya duit n pengen punya duit banyak??

Bismillahirrohmaanirrohiim
..
Sesungguhnya Allah akan uji manusia dgn kelapangan (kelimpahan harta/kesenangan/kenikmatan) maupun kesempitan hati (kekurangan harta/susah/musibah).. yuk,kita coba renungi, hayati n amalkan ayat ini..
(QS Al-Fajr-15 s.d.20)

===============================
Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan,
maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku."
Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya,
maka dia berkata, "Tuhanku telah menghinaku."
Sekali-kali tidak!
Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan anak yatim,
sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),
dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.

===============================

Masyaallah, begitu jelas petunjuk hidup yg diturunkan Allah swt kepada hamba-hambaNya..
jadi, bagi yg merasa sedang disempitkan hatinya baik krn rezeki maupun permasalahan..mari kt evaluasi diri..mungkin kita belum melaksanakan apa2 yg Allah tegur di ayat al-fajr..

wallahu'alam bishshowab